Aku sekarang ngerti,
Apa yang aku alami saat ini adalah apa-apa yang sudah direncanakan Tuhan melalui perantara mamah. Beliau, mamahku, yang bersusah payah memperjuangkan segalanya untukku. Beliau kerahkan segalanya agar aku bisa menjadi lebih baik setiap harinya.
Aku sekarang ngerti,
Siapa aku saat ini adalah apa-apa yang sudah dirancang Tuhan melalui perantara mamah. Beliau, mamahku, yang berusaha di setiap helaan napasnya untuk memberikan semua agar aku bisa menjadi "PAS" di hadapan-Nya dan di mata mamah.
Aku, Putri Nabila, anaknya yang tidak pernah tahu cara berterima kasih pada apa-apa yang sudah mamah berikan, yang mamah perjuangkan, yang mamah usahakan untukku.
Aku, Putri Nabila, buah hatinya yang pertama, yang hanya ingin melihat mamah menangis terharu atas apa-apa yang sudah aku lakukan, yang aku berikan, yang aku perjuangkan untuk mamah. Tapi aku sadar, aku yang tidak sempurna ini tidak akan pernah bisa melakukan itu.
Aku, Putri Nabila, bocah tengil dan pecicilan ini, hanya ingin memberi yang terbaik dan yang sempurna untuk mamah. Tapi apa daya, yang aku lakukan selama ini hanyalah sebuah ketidakpuasan. Aku sadari itu.
Beliau, Aneng Ruhaeni, mamah yang sangat sempurna di mata anak-anaknya, terutama aku. Beliau yang membentuk wujud dan karakter "aku" yang seperti ini.
Beliau, Aneng Ruhaeni, seorang ibu yang rela berkorban disaat anak-anaknya, terutama aku, berada di masa-masa tersulit seperti 3 tahun lalu.
Beliau, Aneng Ruhaeni, mamah yang gaul, punya akun Facebook dan sangat eksis pada masanya di jejaring sosial itu. Salah satu alasan mengapa aku bangga punya mamah se-gaul beliau.
Beliau, Aneng Ruhaeni, mamah yang fashion style nya mengalahkan semua fashion designer dan model-model berkelas internasional. Salah satu alasan mengapa aku merasa nyaman dan percaya diri jika diajak jalan olehnya.
Beliau lah, Aneng Ruhaeni, mamah yang sangat kekinian. Tempat anak muda mana di Kota Bandung yang beliau tidak tahu? Bahkan aku anaknya ini tidak se-gaul dirinya.
Jelas, ini bukan tulisan untuk berterima kasih. Atau juga minta maaf. Ini hanya tulisan,
Bagaimana sosok beliau dalam merawat anak-anaknya terutama aku.
Bagaimana beliau mengutamakan kepentingan anaknya.
Bagaimana beliau memperlakukan anak-anaknya, terutama aku.
Bagaimana beliau mengutamakan kepentingan anaknya.
Bagaimana beliau memperlakukan anak-anaknya, terutama aku.
Aku memang paling dekat dengan mamah. Tidak ada yang lain.
Aku rindu mamah? Sangat.